SIAP MENJADI ORANG TUA MUDA..??
Ternyata kesiapan menikah tidak berbanding lurus dengan kesiapan memiliki anak. Orangtua baru perlu memiliki perencanaan berkeluarga yang mumpuni. Termasuk di dalamnya tujuan berumah tangga, tujuan pengasuhan, juga komitmen terhadap peran peran baru yang di sandang oleh ayah dan ibu ketika lahir keturunan ( anak ).
Mereka sama sekali tidak merencanakan bahkan tidak mempunyai bayangan bagaimana cara mengasuh anak yang baik dan tepat. Menjadi orangtua berdasarkan naluri saja dan copy - paste dari cara mengasuh orangtua mereka dulu pada diri mereka. Begitulah akhirnya mereka mengasuh sang anak. Akibatnya, sebagian besar masalah perilaku anak bersumber dari orangtua itu sendiri, bukan dari diri anak.
Zaman sudah berubah, dulu orangtua kita mendidik kita seadanya bisa jadi aman. Kita bisa sukses seperti sekarang walau dilepas begitu saja. Tidak ada kompetitor orangtua yang menjadi kredibilitas mereka dimata anak selalu mulia, sehingga tidak ada anak yang berani melawan atau mendebat orangtua. Namun sekarang tantangan pengasuhan jauh lebih berat. Tidak cukup hanya teladan, karena ada " racun " seperti Tv, Internet, Game dan yang lebih mempengaruhi yaitu adalah lingkungan sekitar dan mampu mengalahkan pengaruh orangtua.
Disinilah kita diperlukan kesadaran orangtua untuk mau meningkatkan diri menjadi orangtua betulan, yaitu orangtua yang benar benar punya skill dan mampu mempengaruhi hidup anak pada hal-hal positif. Kita diperintahkan Allah belajar untuk menjalankan peran apapun dalam hidup ini, bahkan kita tidak di tuntut untuk beribadah duluan, tapi berilmu terlebih dahulu. Keimanan akan datang dengan adanya ilmu, maka sebagai orangtua, kita tentu saja membutuhkan ilmu. Tentu saja selain karena perintah Allah, juga untuk meningkatkan kompetisi pengasuhnya sehingga ia tidak tersesat dalam mendidik anak.
Merancang tujuan pengasuhan yang membutuhkan kesamaan visi dari ayah dan ibu, misalnya nilai-nilai seperti apa yang menjadi landasan penting dalam keluarga. Taruhlah kita akan mengajarkan nilai-nilai agama, maka perlu pembagian tugas yang jelas antara ayah dan ibu dalam menerapkan teladan akan nilai-nilai tersebut. Peran keduanya harus seimbang agar kebutuhan afeksi anak terpenuhi, selain itu konsisten dan komitmen untuk menjaga agar pola pola pengasuhan dapat dilaksanakan bersama harus terus dilakukan.
Konsistensi dan komitmen akan teruji ketika berhadapan dengan masalah masalah yang terjadi pada anak. Ada 7 masalah masalah besar yang sering dihadapi orangtua muda pada anaknya sejak balita, yaitu :
1. Lelet ( bangun ) di pagi hari
2. Sulit melakukan rutinitas
3. Candu internet atau game
4. Tukang jajan
5. Suka ngamuk
6. Tidak patuh
7. Suka berantem ( berkelahi )
Tapi..untuk orangtua yang sudah memiliki ilmu pengassuhan anak, tentu dapat mengatasinya, caranya dengan menerapkan sikap TEGAS atau KETEGASAN alias TEGA menerapkan hal-hal yang mendidik pada anak.
Semoga kita bisa menjadi orangtua teladan untuk anak-anak kita, menjadi panutan untuk anak cucu kita, sehingga mereka tidak merasa bosan dan jenuh ketika mereka ( anak ) berada dekat dengan kita. Aamiin...

No comments:
Post a Comment