Kumpulan Kisah dan Cerita Islami

KUMPULAN NASEHAT ISLAMI DAN MOTIVASI

Thursday, June 1, 2017

MERESAPI DAN MEMAKNAI RASA SYUKUR



Syukur adalah bentuk terimakasih kita atas pemberian yang telah kita nikmati. Dalam bersyukur, seorang hamba harus memahami nikmat yang ia syukuri. Tanpa memahami, kita tidak dapat mensyukuri nikmat secara tulus dan ikhlas. Dan untuk memahami amat terkait dengan kadar keimanan yang kita miliki masing-masing.
Melatih diri agar membiasakan menerima segala sesuatu yang diberikan pada diri kita adalah cara efektif untuk terus memacu tingkat rasa syukur kita. Alah telah memberikan sarana pelatihan bagi kita untuk melatih rasa syukur kita ini. Lihatlah bentuk kehidupan semuanya berpasangan. Semuanya membawa nilai manfaat bagi kehidupan makhluk-NYA. Inilah karunia Allah yang harus kita lihat secara benar dan terbuka, dengan mengikuti tuntunannya yang termuat dalam Al-Qur’an dan As-sunah. Jangan sampai terjebak dalam salah faham mengenai nikmat ini.


Rasa syukur yang mewujud dalam diri seorang muslim dapat menjadikan dirinya memiliki motivasi kuat dalam memperbaharui iman. Hal ini dapat dimulai dengan keyakinan yang kuat bahwa sesungguhnya Allah, hari ini telah menurunkan kemudahan dan kemurahan bagi kita untuk menjemput rizqi yang ia sediakan. Bukankan langit dan bumi diciptakan dengan berbagai kelengkapannya..? Allah telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rizqi untukmu, dan Dia telah menundukan bahtera itu, berlayarlah dilautan dengan kehendak-NYA, dan telah menundukan (pula) bagimu sungai-sungai.” ( Q.S Ibrahim:7).
Tak ada yang perlu kita khawatirkan dalam hidup ini. Semua kebutuhan bagi setiap makhluknya telah Allah cukupkan. Dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 34, Allah berfirman “ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluan) dari segala apa yang kamu mohonkan kepda-NYA. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Dan orang yang mau bekerja dan mendapatkan rezeki yang halal, hal itu sangat mulia. Sebuah motivasi diri yang tertanam dengan dasar keimanan bagi tercapainya cita-cita pribadi. Dapat kita katakan bekerja dan berusaha untuk mencari rezeki atau kekayaan wajib dilakukan. Tidak benar jika orang yang ingin menyempurnakan ibadahnya lalu menghindari kekayaan dan malas bekerja. Dalam sebuah Hadist diterangkan bahwa Rosululloh SAW, bersabda “ Ada orang yang membawa seutas tali, dengan mengunpulkan kayu bakar lalu datang dan dibawanya ke pasar untuk dijual, kemudian ia menjadi kaya, lalu dibelanjakannya kekayaannya itu untuk keperluan dirinya. Itu adalah lebih baik daripada meminta-minta pada orang lain, yang mungkin diberinya (sedikit) atau ditolaknya. ( HR Ahmad).


Janji Alloh benar adanya dan karunia-NYA pun terbukti. Kalau manusia masih saja tidak mau bersyukur dengan apa-apa yang telah diterima, pantaslah ia dianggap orang tidak pandai bersyukur atas nikmat Allah dan telah tertutup hatinya. Buat mereka yang tampak hanyalah rasa kurang dan ketidak puasan  atas apa yang telah diterimanya. Dalam Al-Qur’an surat ibrahim ayat 7 “Dan (ingatlah juga) tatkala tuhanmu mengumumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU), maka sesungguhnya azab-KU sangat pedih”.
Dalam kenyataan, seringkali syukur lebih mudah dinyatakan namun sulit untuk dibuktikan. Tapi tidak ada salahnya kita terus mencoba untuk memperbaiki kualitas iman kita, agar dapat mensyukuri nikmat pemberian-NYA.
Wallahu a’lam bishoab..


No comments:

Post a Comment